Suami Kerjanya Apa, Bu? Emang Kurang Duitnya?
SUAMIMU KERJANYA APA BU?
'Pernah gak sih kalian nyuruh suami keluar dari tempat kerja sekarang?' tanya seorang teman beberapa waktu lalu.
Ibu ibu yang pernah begini ayoo ngacung, saya temenin..... ^_^
Eh lha kok ternyata saya juga pernah melakukan itu ke suami saya, hiks..
Pernah gak sih bu kita berharap suami kita kerja ditempat lain;
...yang gajinya lebih besar?
...yang waktu untuk keluarga lebih banyak?
...yang jam kerjanya gak gila gilaan?
...yang lingkungan kerjanya positif?
...yang minim resiko kecelakaan kerja?
...yang tempat kerjanya dekat dari rumah?
Atauuu... yang bisa nyetatus kaya iklan ditipi?
Senang itu pas lagi ngantor
Karena ngantor ngga harus di depan monitor
Ngantor asikan cuma berkolor
Laa ilaaha illa allah...
Kalo semua begitu, siapa yang jadi supir bis, siapa yang jadi pilot, siapa yang jadi dokter makk?
Bu, selalu ya rumput tetangga lebih hijau. Padahal kita gak tau rekosonya mereka mencabut rumput liar agar rumputnya selalu kelihatan hijau atau kita gak tau capeknya mereka siram rumput setiap hari agar tetap sedap dilihat.
Padahal tahukah, bu?
Dibalik pekerja perusahaan swasta dengan gaji aduhai itu,
ada istri-istri yang berdoa sepenuh hati disetiap solatnya, agar hati suami selalu dijaga dari lingkungan yang menawarkan keburukan dunia.
Dibalik gelar dokter yang prestisius itu,
ada istri yang merelakan waktu membesarkan anak seorang diri, karena suami sibuk ambil gelar profesi.
Dibalik perwira pilot yang gagah itu,
ada istri tegar yang setiap tersiar berita pesawat jatuh seolah berhenti degup jantungnya, lalu berharap itu bukan ayah dari anak-anaknya.
Dibalik om telolet om itu,
ada istri yang tidak berhenti berdoa agar suami dalam perjalanannya selalu sehat wal afiat, diantara persaingan dengan bis sumber selamat.
Dibalik asisten rumah tangga itu,
berapa sih uang yang mereka bawa pulang perbulannya? Emangnya mereka gak punya keluarga juga buat diurusin? Tapi mereka sepenuh hati bekerja demi menafkahi keluarga dan menghabiskan waktunya membantu keluarga kita. Ironis ya?
Dibalik gerobak nasi goreng atau penjual kakilima atau apalah kalian sebut itu,
ada bapak separuh baya, yang dengan ikhlas hidup sendiri di luar kota, demi rupiah yang dikirim setiap minggu ke keluarga.
Dibalik mereka para pasangan penganut long distance marriage,
ada suami istri yang selalu video call tiap malam, agar rindunya tidak tenggelam. Gimana sih rasanya kangen tapi gak bisa meluk? Jablay jablay gimana gitu. Pengen nangis karena hati serasa diiris. Disusul kuota internet yang semakin menipis.
Dibalik setiap pekerjaan yang suami kita lakukan,
pastiii aja ada celah bagi kita para istri untuk kufur. Sekalipun suami kita Song Jong Ki, bayangin bojomu akting dengan perempuan lain peluk-pelukan mau gak? Aku sih no.
Asal satu syarat yang harus dipenuhi buk. HALAL.
Ya, cukup halal aja.
Apapun pekerjaan mereka, tugas kita sebagai istri adalah mendoakan dan berpesan
'Pastikan halal rejekimu mas, seperti kamu menghalalkanku, di depan pak penghulu..."
Semua dalam hidup kita pasti ada enak dan gak enaknya bu. Begitupun suami kita dalam mengemban tugas menafkahi keluarga. Selalu ada harga yang harus dibayar. Baik waktu untuk keluarga yang sedikit, atau tenaga yang terkuras.
Buat apa setiap hari bertemu tapi sibuk sendiri dengan gadget atau hobi masing-masing? Bukankah yang berkualitas bisa mengalahkan kuantitas?
Jika memang tidak sreg dengan pekerjaan yang sekarang, silahkan didiskusikan di atas ranjang dalam suasana lampu remang-remang, inshaAllah akan ada jalan. Melanjutkan keturunan 😂
Bu, jika memang dirasa pekerjaan sekarang lebih banyak mudharatnya, mari kita berdoa agar Allah segera beri pengganti kerja lainnya.
Mungkin ibu ibu pernah berada di situasi membenci pekerjaan suami yang sangat menyita waktu, pulang malam belum lagi sabtu kerja. Lalu sisa waktu saat bertemu untuk ribut mengenai hal tersebut.
Tidakkah hatimu lelah kalau begini, wahai hayati?
Padahal sepulang kerja suami tetap menyelakan waktu mengganti popok, menyelakan waktu bercanda dengan anak, menyelakan waktu mendengarkan curhatan istri. Tanggal merah dihari sabtu pun tidak pernah kita rasakan seindah ini. Mana ini ibu ibu yang suaminya kerja sampe sabtuuu? 📢😂
Lalu bu yang seperti ini, kenapa kita tidak syukuri?
Bukankah Allah berjanji, jika kita bersyukur maka nikmat akan Allah tambahi?
***
Bolehlah sesekali, kita kirim pesan mesra ke suami berbunyi,
"Mas, aku tanpamu bagai sego kucing tanpa karet.
AMBYAR."
