LONG DISTANCE MARRIAGE
Saya yakin di hati terdalam kita semua, gak ada satu pasangan pun yang bercita-cita untuk melalui pernikahan dengan hubungan jarak jauh.
"Aku pengennya tuh kita nanti LDM-an gitu lho sayang".
Pret. Ga ada coy yang begitu..
Kalo perlu sebisa mungkin kaya,
"Mas, pengennya aku dan kamu itu bagaikan bumbu indomi dan bubuk cabe, selalu jejeran".
Kalo gak percaya, amatin deh bungkus bumbu indomi sama cabenya.
Atau,
"Mas, aku pengen kamu seperti Kumi dalam halobalita, selalu ada".
Kalo gak percaya, beli deh buku halo balita sama akika. #EAAAAAAAA
Tapi tentu saja kadang kenyataan berkata lain. Beberapa pasangan menjalani hubungan jarak jauh ini karena tempat kerja suami yang bisa jadi tidak memungkinkan untuk diikuti.
***
Mungkin beberapa pasangan udah kenyang sama komentar :
"Kok mau ya jauh-jauhan, gak takut suaminya selingkuh?"
Hei mak, padahal selingkuh kadang gak selalu harus saat jauh kan?
Bukankah ini masalah komitmen dan rasa takut si suami itu sendiri yang bisa menjaganya? Rasa takut akan dosa berzina, dosa melukai hati istri dan anak-anak..
"Kok mau ya jauh-jauhan, si istri itu ngejar karir kaliik".
Hei mak, bisa jadi si ibu-ibu ini sedang dalam proses untuk resign agar bisa mendapat cipokan suami tiap malam. Atau proses melobi orangtua yang akan ditinggalkan karena ingin berbakti mengikuti suami. Serta proses melobi orangtua untuk dapat ijin resign.
Resign bagi perempuan saat ini, ijinnya gak ke suami aja, tapi juga ke orangtua yang telah sangat berjasa mengeluarkan puluhan juta untuk biaya kuliah endebra endebre, dengan lobi yang bahkan lebih alot bagaikan daging sapi yang gak dipresto.
Atau saya tau seorang kawan, yang beliau berjauhan dengan suami karena orangtuanya hanya tinggal ayah, sudah sepuh dan sendiri. Suami beliau pun mengijinkan untuk tinggal dan merawat ayahnya.
***
Di jaman teknologi serba canggih begini, banyak solusi ditawarkan pada pasangan yang berjauhan.
1. Video Call
Berbekal kuota internet dan jaringan stabil, jadilah bisa ngobrol sekeluarga. Kalo jaringan gak stabil, palingan muka pasangan jadi kotak-kotak. Atau video tiba-tiba macet pas suami lagi mangap.
2. Telfon
Pasangan jarak jauh biasanya pada daftar-daftar paket telpon murah biar bisa ngobrol hape panas, atau tetep nelpon walopun hape di lagi dicas.
Yang mesra, biasanya akhir percakapannya begini,
"Udah ya mas, aku ngantuk"
"Iya dek, kamu bobok aja, kamu yang tutup telponnya ya"
"Kamu aja mas yang nutuuupp.."
"Jangaan kamu aja toooo.."
"Kamuu.."
"Kamuuuuuu.."
"Ihhh kamu ajaaa.."
Ngono terus sampe Muzammil yang baru nikah anake limo.
3. Chat
Bisa digunakan untuk mengirim pesan singkat baik nada mesra seperti :
"Mas, yongalah ngene to rasane kangen neng bojo, aimisyu mailaaaafffff"
Atau nada judes seperti :
"Sedinoan ra ngabari, sik iling po raaaa ndue bojoooo karo anak hoiii"
Nada judes apa preman sih ini wakakakaka..
Atau bisa juga digunakan untuk ngirim foto-foto anak sampai foto istri lagi kembenan handuk.
Ditambah pesan :
"Mas, nanti yaa pas kamu pulang kitaa"
Artinya : nanti pas kamu pulang, kita ciuman sambil adu panco dengan penuh cinta mailaaaaafffff.
***
Tapi ya secanggih apapun teknologi, kemesraan secara virtual itu tetap kurang greget dibandingkan ketika kita bertemu setiap hari.
Ketika bergantian merawat anak mulai dari ganti popok, ndulang sampai ngajak main dan istri scroll timeline IG mantengin berita Song Song Couple ngitung mundur ke Wedding Day.
Ketika kerokan tidak sebatas leher dan punggung atas saat kerokan dewe,
melainkan bisa sampe pinggang plus dipliriti sampe mari.
Ketika ada yang mijitin saat kaki terasa pegal.
Ketika ada kuping yang siap menerima segala curhatan termasuk cerita remeh tentang kenapa Phi=3.14
Ketika ada partner dinihari buat makan Ramen Nissin yang ada logo halal MUI nya.
***
Saya salut sekali yang tetap bisa menjaga keharmonisan diantara jauhnya jarak yang mereka hadapi.
Yang belum bisa berkumpul dengan keluarga karena kondisi memang belum memungkinkan.
Tapi saya percaya, mereka yang menjalani hubungan jarak jauh ini,
pasti segenap hati mengusahakan dan memiliki rencana untuk tinggal bersama.
Pasti mereka saling berdoa pada Allah,
agar diberikan jalan dan kemudahan untuk bisa berkumpul satu atap.
Tetap semangat ya bu.. Semoga segera bisa berkumpul bersama keluarga
Jangan lupa sampaikan ke suami,
"Mas, aku tanpamu bagai Indomie varian baru : MI GORENG RASA KUAH TANPA KUAH, ada yang hilang".
***
Ini hari Jumat kan, bagi mereka yang ketemunya seminggu sekali, biasanya hari ini adalah hari yang dinanti. Ketemu secara mingguan. Iki ketemu bojo opo langganan majalah.
Karena lika-liku LDM itu macem-macem, ada pula yang ketemunya 6 bulan atau setahun sekali. Ini suami apa bayar kontrakan yak wakakaka..
Ah bu, tetap semangat yaaa semuanya yang LDM. Dan bagi yang bisa saling bertemu setiap hari, silahkan bersyukur sebanyak-banyaknyaa
Salam,
Mak Emil
