Anda Merasa Canggung Untuk Bermesraan Dengan Suami?



Adakah yang bahkan untuk bermesraan dengan suami saja merasa canggung?

Adakah yang untuk sekedar cerita kegundahan hatinya mengenai polah buah hati nya merasa enggan?

***

Tidak ada niat mendeskreditkan pihak laki-laki disini. Tapi saya nyata temui.
Perempuan-perempuan,

Yang menangis tapi tak kunjung dipeluk.
Yang bersedih tapi tidak di tepuk lembut punggungnya.
Yang gelisah tapi tak pernah ditanya mengapa
Yang jika curhat hanya dijawab ‘alah cuma gitu aja’

Kalian bayangkan tidak wahai para suami, dinginnya suasana rumahtangga yang istrimu rasakan?

Alih-alih meminta barang mewah atau es blewah,
Mereka hanya ingin diperlakukan dengan hangat.

Kalo istri diam itu jangan diumbar. Jangan didiemin. Tinggal kasih fermipan nanti istrimu bisa ngembang kemarahannya. Istri diam itu didatangin, ditanya kenapa kok diem. Dijawil pipinya, sambil bilang ‘CILUKBA’

Kalo istri nangis, jangan dibilang cengeng. Duh kalian jahat yang bilang begini. Istri nangis itu ya dipeluk, dielus punggung dan kepalanya. Ditekoni, ngopo to dek kok nangis? Opo kurang le blonjo? Nyoh rongpuluh juta.

Kalo istri kelihatan gak tenang itu juga ditanyain kenapa kok gelisah, apa sembelit apa gimana.

Bojomu kui jak en omong terus mas bro. Ojo mbok kiro gaweane masak karo ngurusi anakmu tok. Ya Allah aku ki nek nesu angel nulis nggae bahasa Indonesia. Ki nek seng ra paham tulung diewangi translate. Astaghfirullah..

Kamu bayangin gak mas bro, betapa 'anyep njejet' nya perasaan mereka jika istri-istri ini dicuekin? Kaya sayur asem tanpa asem. Kaya teh tanpa gula. SEPO.

Anak-anakmu itu juga akan merasakan dinginnya hubungan ayah ibunya. Tidak terbiasa memeluk, membelai kasih sayang. Jika hal ini tidak diperbaiki, akan ada saat, dimana sang ibu curhat kepada anak sambil menangis tersedu, tapi si anak pun merasa sangat canggung untuk bisa menenangkan sang ibu hanya dengan pelukan.

Karena satu hal. TIDAK TERBIASA.

Ada seorang teman yang mengkhawatirkan sekali bagaimana kehidupan tuanya nanti jika suami terus-terusan bersikap acuh tak acuh. Jika ditanya, hanya dijawab ‘gak papa aku emang gini orangnya’. Byuh mentolo ngremus.

Ya kamu gakpapa, tapi bojomu kui papa mas bro. Bojomu itu nelongso kalo mbok cuekin.
Satu hal saya lihat dan yakini, perempuan yang suaminya kaya raya tapi tidak harmonis dalam komunikasinya, cenderung mencari kebahagiaanya sendiri diluar sana.

Lalu untuk apa menikah? Kalian itu suami, tempat bermanja, bercanda dan bermesra. Kalo ada laki-laki yang merasa seperti ATM berjalan, silahkan ngaca.

Tidak ada yang lebih sedih dalam sebuah hubungan rumahtangga daripada tidak lancarnya komunikasi antara keduanya. Banyak tagihan, anak berulah, kebutuhan makin banyak apapun masalah didalamnya, jika komunikasi tidak berjalan dengan baik antara suami istri ini, sudah bisa dipastikan akan mudah terjadi keributan.

Karena pada akhirnya nanti pak, bu.. Kalian hanya akan hidup berdua. Anak-anak yang sekarang meramaikan suasana rumah itu akan memiliki rumahtangganya sendiri. Membangun peradabannya sendiri.

***

Meninggalkan ayah ibunya.

Entri Populer

Istrimu Menangis? Jangan Marahi Tapi Peluklah... Ini Alasanya...

Anak Kena Bullying? Ajari Dia Menghadapinya Lewat 5 Cara Ini

Simpan Gambar Ini...! Akan Bermanfaat Untuk Mengajari Anak Menggambar